
sekali lagi,kamu membuatku mengingat meski aku tak pernah lupa.
“i miss u..“
aku hanya bisa tersenyum dan tak bisa menjawabnya.
maaf…
dan kamu mencoba mengingatkan aku tentang sesuatu, meski aku tak pernah lupa.
“mawar, secangkir coklat hangat, vanilla puff..”
jangan kuatir, aku tak pernah melupakannya…
jadi jangan ingatkan, ya?
tapi, di pagi buta ini aku ingin mengingatnya sebentar…
ya..
sebentar saja…
“maaf….”
aku sudah memaafkanmu sebelum kamu pergi.
jadi, jangan risaukan
semua pasti akan baik-baik saja. just.. go
“tapi aku tak bermaksud...”
But u did.. dengan sangat sadar, ya kan? aku tak ingin menyalahkanmu
berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.
“i always miss u… soo much..”
dulu aku punya kerinduan yang sama… tapi semua hilang saat kamu bilang musnah.
dan kerinduan itu telah menyerpih dan menjadi kelopak-kelopak mawar yang mengiringi langkahku menuju takdirku.
“aku…menyesal…“
sudah… tidurlah..
saat kamu bangun kamu akan melihat cahaya yang sama, meski dengan matahari yang berbeda.
maka, lupakan.. lupakan semua, ya?
lakukanlah…
demi seseorang yang menemanimu tidur dan tersenyum saat kamu terjaga.
jangan kuatirkan aku..
aku pasti bahagia..
03.35 wib dini hari..
–the kampret–