
semalaman saya mencoba memahami ‘lagi’ arti kata “ikhlas”. Seperti apa ‘wujudnya’? ‘maknanya?’ dan, kenapa, mengapa kita harus ikhlas?
saya buka-buka lagi ayat-ayat Quran dan terjemahannya. Mencari-cari surah-surah yang menjelaskan arti “iklhlas”.
saya merenung. saya menangis.
“ya Robb.. hamba berusaha keras untuk ikhlas… “
refleksi
“bagaimana reaksimu jika seorang teman mencubitmu?”
mungkin, bisa saja kita reflek cubit balik, atau mukul. karena kita merasa sakit. kita merasa di sakiti.
atau, sebaliknya. Kita diam dan senyum-senyum bahkan tertawa. karena kita mengganggapnya itu hanya becanda.
dan, sebagai “sang pencubit”, ada dua tendensi kenapa dia mencubit : karena sayang/becanda, karena kesal atau hasrat/keinginan untuk menyakiti.
Dari dua reaksi itu, bisa kita ambil kesimpulan bahwa jika seseorang ‘disakiti’ ia akan memberikan reaksi yang berbeda-beda.
- merasa sakit karena dicubit dan menganggap itu sebagai tindakan menyakiti —-> sakit hati/marah. membalasnya.
- . dengan alasan yang sama dengan nomor 1 —> sakit hati/marah. diam saja.
- merasa sakit karena dicubit dan menganggap itu sebagai becandaan belaka —> pura-pura membalasnya, tetapi tidak marah.
- dengan alasan yang sama dengan nomor 3 —-> tertawa, menganggap itu cuman becandaan.
dan tak hanya itu, berbagai perasaan juga turut andil itu. seperti marah, kesal, benci, dendam. Hanya satu kali aksi, banyak tendensi yang terkandung di dalamnya. Yang jelas, hampir setiap orang memberikan resistansinya jika di sakiti. Dari resistansi itulah dihasilkan banyak rasa dan reaksi.
Bagaimana kita bisa ikhlas terhadap sesuatu jika di dalamnya terkandung banyak tendensi yang bahkan kita sendiri tidak memahaminya?
nah. jawaban itu yang sedang saya cari.
Saya sedang belajar untuk ihlas.
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat
Status dalam fesbuknya Mbak Ratna Lulu (makasih banyak mbakku sayang.. :-* ) mengingatkan saya dengan quote tersebut. Yang pada intinya bahwa kita harus ikhlas.. iklhas apapun yang terjadi pada diri kita. Ikhlas jika kita disakiti orang lain, bahkan di benci oleh orang lain. Yang harus kita sadari adalah mengapa itu semua terjadi? marilah berintrospeksi diri, kontemplasi. Ada aksi, ada reaksi. Ada sebab, ada akibat. Semua saling berhubungan. Dan saya sangat meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam diri/hidup kita berasal atau bersumber dari diri kita sendiri.
semisal:
kenapa kita dipukul? mungkin kita bikin salah atau sudah mengganggu kenyamanan orang tersebut, atau tak sengaja memukul orang itu hingga orang itu membalas memukul kita. bagaimana bisa kita di pukul sedangkan kita “benar-benar” tidak mengganggunya? mungkin ada tutur kata atau perilaku kita yang tanpa kita sadari telah menyakitinya.
Kebaikan belum tentu di balas kebaikan. kasih sayang belum tentu di balas dengan cinta. itulah kenapa kita harus ‘ikhlas’ menerima segala konsekuensinya.
lalu, apa yang membuat saya merenung semalaman?
saya sedih. bagaimana bisa seseorang yang saya kenal mengatakan saya psikopat, saya FREAK, berpura-pura menjadi pribadi yang lain hanya sekedar untuk menyakitinya? lalu menuduh dan mengumpat saya sekenanya.
Tuduhan yang sangat sangat KEJI.
Mulutmu harimaumu, Lidahmu pedangmu.
Kita, sebagai manusia selayaknya, memang tidak pernah tau apapun.. apapun yang akan terjadi pada diri kita. itulah mengapa agama mengajarkan kita untuk menjaga perilaku dan tutur kata kita. apa pun yang menurut kita baik, belum tentu baik pula dalam pengertian orang lain. sehingga hal-hal yang sederhana pun bisa memunculkan prasangka-prasangka yang pada akhirnya berujung pada kata “fitnah”.
manusia spekulan bodoh. kadang spekulasinya melebihi takdir Tuhan.
Pada akhirnya, saya terus merapal malam dengan menyebut namaNya. memohon belas-kasih-Nya. Sungguh, kita jauh dari sempurna, sungguh kita manusia tiada daya melebihi-Nya.
“ya Robb.. ajari aku untuk ikhlas… lindungilah aku dari segala fitnah. dan Jadikan aku orang yang penyayang dan pemaaf.. Karena tiada sebaik-baiknya tempat untuk berlindung dan memohon kecuali padaMu ya Tuhanku”
jangan menyakiti saudaramu, meski dia telah menusuk sembilu di bahu. Sebaliknya, sayangilah saudaramu setulusnya, karena Allah mengajarkan kita untuk saling mengasihi.
ya, saya ikhlas…
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)
jakarta, 23 feberuari 2010
–the kampret–
gambar saya ambil di sini




ikhlas…mudah diucapkan namun tiada mudah untuk dilaksanakan, namun harus selalu diusahakan untuk “IKHLAS”. Semoga selalu dalam lindungan-Nya, Amin..
amiin.. amiin.. amiin..
Comment by yusami — February 23, 2010 @ 1:12 pm
Assalamuallaikum .
semoga semua di berikan keiklasan dan ketulusan dalam hati .
iklas dan menerima .
salam kenal .
wa’alaikumsalam..
amiin.. amin.. Allahuma amiin…
jangan salam kenal mas, kita udah kenal kok
matur nuwun udah mampir ke rumah baruku hehehe
Comment by doelsoehono — February 23, 2010 @ 6:12 pm
Alhamdulillah..
alhamdulillah…
Comment by Zaiful Anwar — February 23, 2010 @ 6:36 pm
wew..
mari kita sama2..
belajar ikhlas mas..
mari..
tapi aku bukan mas mas loh..
Comment by Budi Hermanto — February 23, 2010 @ 10:35 pm
yang iklhas ya
bagaimana[pun ihklas letaknya dari dalam hati
amaka kosong kan hatimu alias soewoengkan hatimu nak
nggih mas…
matur sembah nuwun nggih..
Comment by soewoeng — February 24, 2010 @ 2:20 am
aku ju9a masih belajar ikhlas yan9 sesun99uhnya…
*dan HAsbunalloh..
apa kabar indah ??
hehe iya lama nda kesini ternyata da 9anti la9i
ahaha
alhamdulillah baek mas.. panjenengan gimana kabarnya?
makasih ya udah mampir ke rumah baru
Comment by wi3nd — February 24, 2010 @ 2:46 am
nice2… nerimo ing pandum… ..
cen bener wong ki butuh duit… doa.usaha.ikhlas/ikhtiar.tawakal …
mulaknoo.. transferi aku duiiiittt!!! :p
Comment by petruk — February 24, 2010 @ 5:59 am
indahnya dunia bila semua mengerti iklas.
iya.. pasti indah…
Comment by xray — February 24, 2010 @ 6:12 am
bener bgt. sy sendiri udh nulis artikel ttg ikhlas lebih dari 4, tp tetap aja sampe sekarang masih belajar terus. mantap ini artikelnya.. ^^
hehhe.. makasih mas
Comment by cantigi — February 24, 2010 @ 6:46 am
wah kuotenya yang “Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat” sangat top markotop…
top markotop weleh weleh
makasih mbaakk..
Comment by sauskecap — February 24, 2010 @ 12:20 pm
jadi ingat film n sinetronnya “KIAMAT SUDAH DEKAT” tentang pencarian ilmu IKHLAS hehehehe
ehehehhe… hobi nonton sinetron inii masnyaaa wkwkwkwk..
Comment by gunturgeni — February 25, 2010 @ 7:32 am
emang susah seh ya namanya ikhlas yang satu ini…kadang saya juga di tengah jalan baru ingat, lalu baru luruskan niat lagi, itulah mengapa kita harus saling mengingatkan
iya.. betul.. setujuuuu!!
makasih ya udah berkunjung balik
Comment by Oyen — February 25, 2010 @ 10:31 am
Iklas itu aku dpt wkt mengelilingi kabah bersama ribuan jemaah lainnya, dan saat berlari antara safa dan marwah.. juga saat bersujud di rawdah… Tanpa rasa iklas, perjalanan itu pasti akan berat. Ibarat menjalani keseharian..tanpa rasa tulus dan iklas, pasti setiap saat hanya keluhan yang muncul… mungkin begitukah? bisa saja salah yaa..
ya, seperti itu
wah jadi pengen cepet ke tanah suciiii
mkasih ya udah berkunjung
Comment by kucingkeren — February 25, 2010 @ 1:49 pm
Aku juga pingin belajar ikhlas. Mg bisa. Lam kenal, klo boleh tukeran link. kutunggu blsnnya di kunjungan balik. MKSH
kita sama2 belajar
salam kenal juga.. iya, nanti linknya aku pasang yaa… saya segera berkunjung
Comment by UMS EDUKASI — February 25, 2010 @ 2:06 pm
tapi bknapa tya kok belajar ikhlas itu susah bgd….
karena manusia punya nafsu.. punya ego…
Comment by yuni — February 25, 2010 @ 10:40 pm
ikhlas ikhas…..
ade pingin belajar ikhlas.
ayo kita belajar sama2
Comment by ade — February 25, 2010 @ 10:41 pm
saya td berkunjung ke blog mbak indah yang di wordpress..ternyata dah pindah rumah..tukeran link ya mb…:D
hhahaa baiklah.. nanti saya pasang segera yaa
Comment by denbhagus — February 26, 2010 @ 2:41 am
I think that to get the credit loans from creditors you ought to present a good motivation. Nevertheless, once I have got a short term loan, just because I wanted to buy a building.
Comment by EvelynGray35 — February 26, 2010 @ 11:58 pm
hhhmm bingung… aku juga kenapa manusia tidak bisa IKLAS.
karena manusia punya nafsu
Comment by ario saja — February 27, 2010 @ 3:27 am
saya, kamu, semua juga masih belajar ndah…
ikhlas ya say…
iya ve… ikhlas..
Comment by kidungjingga — February 27, 2010 @ 10:10 am
met malem….
ia, belajar ikhlas emang susah bgd…
iya… gampang-gampang susah.. tapi kl udah bisa, luar biasa nikmatnya
Comment by ade uny — February 27, 2010 @ 3:35 pm
ikhlas temennya sabar…bagi saya susahnya minta ampun
iya… susaaaaahh.. ujiannya banyak & beraaattt T.T
Comment by nurrahman — March 1, 2010 @ 12:03 am
aku ikhlas mengunjungi rmh baru kamu sist
aku juga iklas kamu kunjungi sist
makasih yaaa
Comment by kenanga — March 1, 2010 @ 12:37 pm
akhirnya…tulisan ini hadir ketika jiwa kita memperoleh jawaban agar hati kita mampu ikhlas bukan hanya teori…tapi justru kenyataan yang membuat kita menjadi Ikhlas…jadi ikhlas itu bukan wacana, tapi perilaku…
Nice Post ndah…
Comment by atmakusumah — March 3, 2010 @ 7:19 am
Sabar adalah pintu terakhir yg mesti dilalui jika seseorg ingin pergi ke ikhlas. Begitu (kalo aku ga lupa) kata Syech Ibnu Attaillah dlm bukunya Matan Al Hikam
makasih yaa ^_^
Comment by Amir — April 6, 2010 @ 4:44 pm
sudahkah kita menguasai ilmu ihlas
saya pun masih belajar ^_^
Comment by aditya — April 12, 2010 @ 11:44 am
sedikit bisa ikhlas rasanya enaq pa lagi banyak berikhlas subbhanallah….pasti dunia ini terasa indahnya….amiiiiiiinnnn….ya rabbal alamin…..
Comment by go go zhy zhy — September 5, 2010 @ 2:39 am
q mau tingkatkan keikhlasan aq biar lebih afdol..:)))))
Comment by go go zhy zhy — September 5, 2010 @ 2:39 am