
Pada dasarnya —kita semua pun tau— bahwa manusia sejatinya terlahir fitrah. Suci, bersih seperti kertas putih. dan Tuhan, tidak sedikitpun mencoba memberi sifat-sifat/karakter yang buruk kepada mahluknya.
Tuhan memberikan sifat yang polos, agar nantinya, seiring berjalannya waktu, —seirama dengan kondisi lingkungan , bagaimana ia menjalani hidup, pola asuh, pergaulan, pengetahuan&pola pikir, dan kedekatan dengan Tuhan-nya, dan faktor-faktor lain—, karakter si manusia tersebut akan terbentuk.
apa ada bayi terlahir dengan sifat yang bengis, egois, angkuh? karakter yang buruk? nggak! bayi terlahir dengan segala kepolosannya, keluguannya, kelucuannya. apa lagi dia masih bayi, belum bisa apa2. yang ia bisa cuman mengamati dan meniru tindak-tanduk apapun yang ada di sekelilingnya. jika kita dapati bayi yang bertabiat seperti itu, — kasar, bla bla bla–, pola didik (paling utama ya) dan kondisi lingkungan di sekitarnya perlu dipertanyakan.
ada juga yang bilang, karakter bayi terbentuk saat dalam kandungan. makanya ibu hamil itu sering banyak pantangannya. ga boleh ngebatinin orang lah, ngehina, neko-neko, ga boleh marah2, prihatin dan lain sebagainya. masuk akal nggak sih?? ya masuk akal juga sih kayaknya
iya dong, ibu dan janin kan saling berhubungan melalui plasenta. apa yang ibu rasain, si anak juga ngerasain. deskripsi naratifnya silakan menelaah sendiri ya wkwkwkwkw.. *kampret banget nih penulisnya
*
jadi inget, balita yang ada di kota mana itu ya, saya lupa, yang perokok dan suka berkata-kata kotor. gimana itu ya orangtuanya?
Nah, ada masukan nih… dalam sebuah buku yang saya baca, karya Florence Litteur, berjudul “Personality Plus“, ada empat pola watak dasar manusia *ini menurut penulisnya, yang pastinya sudah melakukan riset terlebih dahulu*:
(more…)