I AM KAMPRET

July 9, 2010

failure

Filed under: baby, curcol, curhat, daily life, love, pregnancy, pregnant — The Kampret @ 2:13 am

Aku, akhir-akhir ini, menjadi seorang perempuan yang sangat sensitif. Aku bisa menangis, saat seharusnya aku tersenyum, atau bahkan tertawa. Aku, bisa saja marah, untuk hal-hal yang seharusnya tak perlu aku hiraukan.

Ini karena aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga, lebih dari apapun itu. Dan, kehilangan ini karena kecerobohanku sendiri.

Aku. Aku perempuan yang tidak bisa duduk dan diam.

(more…)

June 17, 2010

Gorgeous lady and her wonderful day…

Filed under: IBSN, Uncategorized, bengkel, cerita, curcol, curhat, daily life, diary, istri — The Kampret @ 5:46 am

Langit pagi hari cukuplah mendung. Sesekali, sinar matahari mencoba mengintip dari gerombolan awan yang tak bercelah. Rupanya ia melakukannya dengan sekuat tenaga. Sekonyong-konyong gerombolan awan bergulung murung dan cemberut. Mereka benar-benar ingin menguasai hari ini sepenuhnya. Tanpa memberikan sedikit permisi kepada sang raja cahaya.

(more…)

June 4, 2010

my brother….

Filed under: IBSN, Uncategorized, brother, cerita, daily life, diary, kakak, love, saudara, story, twilight, ulangtahun — The Kampret @ 3:53 am
Aku punya seorang kakak, laki-laki. dan dia satu-satunya saudara kandung yang aku punya. Do you know how i adored him?

(more…)

May 16, 2010

Tiwul Mbah Jinem

Filed under: IBSN, daily life, desa, jajanan pasar, kampung, makanan, mbah jinem, simphony, tiwul, tradisional — The Kampret @ 7:07 am

Masih inget nggak sm jajanan tradisional? jajanan waktu kita masih kecil? (khususnya untuk yang kelahiran dibawah tahun 1990, biasanya minimal pernah ngerasain). Ada kue cucur, cenil,nagasari, lemet, pisang goreng, tahu brontak,lemper, kembang goyang, jadah (ato bahasa indonesia-nya gemblong), terus lepet, gatot dll.  :D Ditengah-tengah mewabahnya junkfood alias makanan modern, makanan-makanan tradisional kita terus berusaha untuk eksis. makasih banget buat pada pembuat+pedagang makanan tradisional. Kalo nggak ada mereka, mungkin kita cuman kenal sm makanan-makanan ala eropa kayak burger, spagetti, lasagna dll, yang rasanyaa yaaiikkkzz!! enggak enaaakkk… nggak enak kalo dikit ahaha*Dikeplak*

(more…)

May 5, 2010

kehidupanku, sekarang..

Filed under: IBSN, Uncategorized, cerita, daily life, diary, hubby, istri, perkawinan, pernikahan, suami — The Kampret @ 1:27 pm

*jangan tanya apa hubungan judul dengan gambar diatas dan isi postingan saya kali ini  :D *

(more…)

April 28, 2010

moody.. moody.. moody…

Filed under: IBSN, curcol, curhat, daily life — The Kampret @ 3:38 am

postingan kali ini adalah curhat… :D

ihiihih.. biarlah..

lebih enak curhat disini dari pada curhat sama pohon ato kucing liar yg suka nongkrong di depan pintu kamarku :D kalo curhat di sini kan ada yang baca, kalo curhat sm pohon ato sama kucing tar aku dikira gila :D

seperti wanita kebanyakan, menjelang dateng bulan, mood pasti berubah2 *heu? mau datang bulang??? gagal hamil sudah aku ini _ _”*. apa-apa jadi bikin bete, bikin kesel, bikin marah2. untung suamiku sabar banget.. kl nggak paling udah dijitakin kepalaku ini ahhaha…

tau ga siiihh?? aku ini orang kurang suka ditanya-tanya, apa lagi sesuatu hal yg aku anggep ga penting banget. di tanya ini, itu, bla bla bla preeett!! apa lagi tuh ya kalo udah tanya hal yg ga penting, udah aku jawab eh yang nanya masih ga nyambung jugaa! huh pengen aku cakar2 rasanyaaa X-( ato.. atoo.. kalo lagi ngomong, orang yg diajak ngomong ga nyambung sama omonganku, ato ngobrol sama orang terus akunya ga ngerti dia ngomong apaan :D ah, eh?? sama aja dong ya?? sama dudulnya  ahahha

oia, pengen cerita..
(more…)

April 27, 2010

Her Daughter

Filed under: IBSN, Uncategorized, based on true story, curcol, daily life, simphony, story — The Kampret @ 3:40 am

this is about a mother and her daughter…

tertawa bersamamu. menangis dalam pelukanmu. Mom, sejak dulu aku menyukainya. Aku juga terbiasa bergelayut manja dalam kerasnya hatimu.

aku merasakan apa yang mom rasakan.. kesedihan, kepedihan. meski mom mungkin tak pernah menyadari betapa hancurnya hatiku.

(more…)

April 19, 2010

Senyuman di Ujung Senja

Filed under: IBSN, Uncategorized, based on true story, daily life, simphony, story — The Kampret @ 4:40 am

Seorang lelaki paruh baya itu nampak gelisah. Keriput-keriput di kulit wajahnya itu pun tak sanggup menutupi kegundahan yang membuncah di hatinya. “aku harus berani…”, bisiknya dalam hati. ia pun meneruskan perjalanannya menuju sebuah rumah. Rumah yang sudah bertahun-tahun lamanya tak pernah sekalipun ia berani menginjakkan kakinya di sana.

“sudah waktunya, aku menyelesaikan semuanya..sebelum terlambat. atau bahkan tidak pernah sama sekali…sebelum habis nafas ini.”. lirihnya.

Lelaki paruh baya itu bergegas, mengambil kunci motor dan melangkah menuju garasi.

“bismillahirrohmanirrohiim..”. ia nyalakan sepeda motor tua kesayangannya itu, kemudia melaju menuju tempat yang telah lama ia tinggalkan.

Terkuak sedikit keraguan, tatkala ia memasuki pekarangan rumah itu. tapi, seperti membisikan mantera penyemangat jiwa di dalam hatinya, ia memberanikan diri untuk memasuki pekarangan rumah itu dengan sepeda motor tuanya.

Sesaat ia menatap lama rumah itu. Rumah yang megah. Rumah yang dulu penuh canda tawa dirinya dan … tawa penghuni rumah itu. “Ya Robb.. berikan hamba kemudahan untuk menyelesaikan perkara hambamu di dunia ini… “. Sepeda motor ia letakkan di bawah pohon mangga yang ada di halaman depan rumah itu. ia pun bergegas menuju pintu. “Pintu ini.. pintu yang sama ketika pertama kali aku datang bertandang, pintu yang sama ketika aku hengkang dan pintu yang sama pula aku datang kembali…”. ujarnya dalam hati.

Hatinya mulai bergemuruh. tak thau apa yang harus ia lakukan.

Keringat dingin mengucur dari pori-pori kulit di tubuhnya. telapak tangan, dahi. hati ini.

mas dimas…apa yang harus aku lakukan?”.

hatinya meragu. jantung berdegup kencang.  seperti mau copot.

sesak napas pun tak tertahan. sepertinya oksigen di seluruh dunia ini sudah habis terhisap.

seluruh badannya bergetar.

“aku harus melakukannya…”. ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

(more…)

April 11, 2010

Loving For A Reason

Filed under: IBSN, based on true story, daily life, story — Tags: — The Kampret @ 9:28 am

mungkin judul di atas kurang begitu tepat untuk saya gunakan dalam tulisan ini. Sebenarnya judul yang ingin saya tulis adalah ” Menikah atas dasar kemanusiaan“. sedikit sadis, mungkin. oleh karena itu, sapya pikir lebih baik saya gunakan judul “Loving For A Reason”. dan tulisan saya kali ini adalah cerita hidup sahabat saya, semoga bisa bermanfaat :)

baiklah, baca & simaklah baik-baik tulisan saya ini. *serius*

Tentang Cinta, Realita dan Pengorbanan.

sebagai appetizer, saya ingin membahas, atau lebih tepatnya bertanya sedikit.

taukah anda apa itu cinta?

sebelum saya membuat tulisan ini, saya googling, mencari makna, arti, whatever, tentang cinta. pertama, saya temukan di wikipedia, yeah, tempat ini memang paling gampang ditemukan dan digunakan. dan saya mendapatkan definisi ini:

Love is any of a number of emotions related to a sense of strong affection and attachment. The word love can refer to a variety of different feelings, states, and attitudes…. (blah blah blah…)

mungkin, kata “cinta” dilihat dari segi religi, atau sisi kesusastraan, filosofi dan sebagainya, memberikan arti/makna yang lebih detail, atau bahkan lebih luas dan dalam. sayang, ilmu kanuragan saya masih cetek, jadi saya belum bisa membahas lebih luas, dilihat dari sisi agama, sastra, filosofi, atau apapun itu.

nah, yang menjadi pertanyaan saya, jika cinta itu dihubungkan dengan pernikahan — ya, so pasti, kebanyakan dari pasangaan itu ya menikah atas dasar cinta.. atau minimal rasa sayang. atau ada motif yang lain? :D

bisakah anda menikah dengan seseorang atas dasar kemanusiaan?

(more…)

April 5, 2010

Something called “watak”

Filed under: IBSN, Uncategorized, cerita, daily life — The Kampret @ 2:07 am

Pada dasarnya —kita semua pun tau— bahwa manusia sejatinya terlahir fitrah. Suci, bersih seperti kertas putih. dan Tuhan, tidak sedikitpun mencoba memberi sifat-sifat/karakter yang buruk kepada mahluknya.

Tuhan memberikan sifat yang polos, agar nantinya, seiring berjalannya waktu, —seirama dengan kondisi lingkungan , bagaimana ia menjalani hidup, pola asuh, pergaulan, pengetahuan&pola pikir, dan kedekatan dengan Tuhan-nya, dan faktor-faktor lain—, karakter si manusia tersebut akan terbentuk.

apa ada bayi terlahir dengan sifat yang bengis, egois, angkuh? karakter yang buruk? nggak! bayi terlahir dengan segala kepolosannya, keluguannya, kelucuannya. apa lagi dia masih bayi, belum bisa apa2. yang ia bisa cuman mengamati dan meniru tindak-tanduk apapun yang ada di sekelilingnya.  jika kita dapati bayi yang bertabiat seperti itu, — kasar, bla bla bla–, pola didik (paling utama ya) dan kondisi lingkungan di sekitarnya perlu dipertanyakan.

ada juga yang bilang, karakter bayi terbentuk saat dalam kandungan. makanya ibu hamil itu sering banyak pantangannya. ga boleh ngebatinin orang lah, ngehina, neko-neko, ga boleh marah2, prihatin dan lain sebagainya. masuk akal nggak sih?? ya masuk akal juga sih kayaknya :D iya dong, ibu dan janin kan saling berhubungan melalui plasenta. apa yang ibu rasain, si anak juga ngerasain. deskripsi naratifnya silakan menelaah sendiri ya wkwkwkwkw.. *kampret banget nih penulisnya :D *

jadi inget, balita yang ada di kota mana itu ya, saya lupa, yang perokok dan suka berkata-kata kotor. gimana itu ya orangtuanya?


Nah, ada masukan nih… dalam sebuah buku yang saya baca, karya Florence Litteur, berjudul “Personality Plus“, ada empat pola watak dasar manusia *ini menurut penulisnya, yang pastinya sudah melakukan riset terlebih dahulu*:
(more…)

Older Posts »

Powered by WordPress