
February 22, 2010
February 16, 2010
disorder…
Saya penderita Atention defisit Disorder.
ya. Saya mengalami gangguan konsentrasi sejak kecil. Gangguan ini terdeteksi waktu saya berumur 3 atau 4 tahun (lupa umur
), dan orangtua saya harusĀ berkali2 ke dokter untuk mencari solusinya. Sayang, jaman dulu apa lagi dikampung, psikolog/psikiater belum eksis, jadi saya ga dapet penanganan yang serius, meski sekarang saya sedikit lega krn punya sepupu seorang psikolog yang bisa membantu mengatasinya *ho’oh, jadi ga perlu keluar biaya buat konsultasi ini itu
*
Saya tidak bisa melakukan hal-hal (atau berkonsentrasi pada hal-hal) yang tidak saya sukai. Saya ga habis pikir kenapa orang-orang menggunakan istilah ADD ini sebagai bahan lelucon, bahan ejek-ejekan, sama seperti istilah autisme (baca: tulisan ninneta). it isnt funny overly.
Butuh seorang psikiater/psikolog buat tau apakah kalian menderita ADD, ADHD atau autis. jadi, jangan asal melabelkan diri seperti ituuu……..
Kalian pikir menyandang label ADD, ADHD atau bahkan autis itu menyenangkan?? lucu?? menakjubkan?? keren?? kalian pikir saya bangga menjadi penderita ADD?? NGGAK!!!

February 7, 2010
No job, no money. No money, no hope

Gue pengangguran.
at least dalam waktu 2 bulan terakhir, mungkin plus sebulan lagi. Lo tau gimana rasanya jadi pengangguran? Rasanya sangat luaaarrrr bianasaa!!!
Elo bisa tidur jam berapa aja, bangun kapan aja. Ga mikir kerjaan yang belum kelar-kelar, ga mikir si boss marah gara-gara elo kebanyakan ngegosip dari pada kerja, ga mikir target, ga perlu ngotot minta kenaikan gaji
.
Awalnya sih gue nikmatiiin banget kondisi kayak gini, Karena pas gue kerja dulu gue ga pernah merasakan cuti, ya, kecuali bolos kerja dengan alasan sakit
. Gue bebas melakukan apapun yang gue suka, yang gue mau. Ga mikir rutinitas formal deh pokoknya. (more…)



