I AM KAMPRET

May 16, 2010

Tiwul Mbah Jinem

Filed under: IBSN, daily life, desa, jajanan pasar, kampung, makanan, mbah jinem, simphony, tiwul, tradisional — The Kampret @ 7:07 am

Masih inget nggak sm jajanan tradisional? jajanan waktu kita masih kecil? (khususnya untuk yang kelahiran dibawah tahun 1990, biasanya minimal pernah ngerasain). Ada kue cucur, cenil,nagasari, lemet, pisang goreng, tahu brontak,lemper, kembang goyang, jadah (ato bahasa indonesia-nya gemblong), terus lepet, gatot dll.  :D Ditengah-tengah mewabahnya junkfood alias makanan modern, makanan-makanan tradisional kita terus berusaha untuk eksis. makasih banget buat pada pembuat+pedagang makanan tradisional. Kalo nggak ada mereka, mungkin kita cuman kenal sm makanan-makanan ala eropa kayak burger, spagetti, lasagna dll, yang rasanyaa yaaiikkkzz!! enggak enaaakkk… nggak enak kalo dikit ahaha*Dikeplak*

(more…)

April 27, 2010

Her Daughter

Filed under: IBSN, Uncategorized, based on true story, curcol, daily life, simphony, story — The Kampret @ 3:40 am

this is about a mother and her daughter…

tertawa bersamamu. menangis dalam pelukanmu. Mom, sejak dulu aku menyukainya. Aku juga terbiasa bergelayut manja dalam kerasnya hatimu.

aku merasakan apa yang mom rasakan.. kesedihan, kepedihan. meski mom mungkin tak pernah menyadari betapa hancurnya hatiku.

(more…)

April 19, 2010

Senyuman di Ujung Senja

Filed under: IBSN, Uncategorized, based on true story, daily life, simphony, story — The Kampret @ 4:40 am

Seorang lelaki paruh baya itu nampak gelisah. Keriput-keriput di kulit wajahnya itu pun tak sanggup menutupi kegundahan yang membuncah di hatinya. “aku harus berani…”, bisiknya dalam hati. ia pun meneruskan perjalanannya menuju sebuah rumah. Rumah yang sudah bertahun-tahun lamanya tak pernah sekalipun ia berani menginjakkan kakinya di sana.

“sudah waktunya, aku menyelesaikan semuanya..sebelum terlambat. atau bahkan tidak pernah sama sekali…sebelum habis nafas ini.”. lirihnya.

Lelaki paruh baya itu bergegas, mengambil kunci motor dan melangkah menuju garasi.

“bismillahirrohmanirrohiim..”. ia nyalakan sepeda motor tua kesayangannya itu, kemudia melaju menuju tempat yang telah lama ia tinggalkan.

Terkuak sedikit keraguan, tatkala ia memasuki pekarangan rumah itu. tapi, seperti membisikan mantera penyemangat jiwa di dalam hatinya, ia memberanikan diri untuk memasuki pekarangan rumah itu dengan sepeda motor tuanya.

Sesaat ia menatap lama rumah itu. Rumah yang megah. Rumah yang dulu penuh canda tawa dirinya dan … tawa penghuni rumah itu. “Ya Robb.. berikan hamba kemudahan untuk menyelesaikan perkara hambamu di dunia ini… “. Sepeda motor ia letakkan di bawah pohon mangga yang ada di halaman depan rumah itu. ia pun bergegas menuju pintu. “Pintu ini.. pintu yang sama ketika pertama kali aku datang bertandang, pintu yang sama ketika aku hengkang dan pintu yang sama pula aku datang kembali…”. ujarnya dalam hati.

Hatinya mulai bergemuruh. tak thau apa yang harus ia lakukan.

Keringat dingin mengucur dari pori-pori kulit di tubuhnya. telapak tangan, dahi. hati ini.

mas dimas…apa yang harus aku lakukan?”.

hatinya meragu. jantung berdegup kencang.  seperti mau copot.

sesak napas pun tak tertahan. sepertinya oksigen di seluruh dunia ini sudah habis terhisap.

seluruh badannya bergetar.

“aku harus melakukannya…”. ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

(more…)

February 19, 2010

Bapak Odong-odong

Filed under: IBSN, Uncategorized, cerita, daily life, simphony — The Kampret @ 6:48 am

Ilustrasi : bapak odong-odong

(more…)

February 9, 2010

Missing…

Filed under: IBSN, simphony — The Kampret @ 8:38 pm

sekali lagi,kamu  membuatku mengingat meski aku tak pernah lupa.

i miss u..

aku hanya bisa tersenyum dan tak bisa menjawabnya.

maaf…

dan kamu mencoba mengingatkan aku tentang sesuatu, meski aku tak pernah lupa.


“mawar, secangkir coklat hangat, vanilla puff..”

jangan kuatir, aku tak pernah melupakannya…

jadi jangan ingatkan, ya?

tapi, di pagi buta ini aku ingin mengingatnya sebentar…

ya..

sebentar saja…

maaf….”

aku sudah memaafkanmu sebelum kamu pergi.

jadi, jangan risaukan :) semua pasti akan baik-baik saja. just.. go :)

tapi aku tak bermaksud...”

But u did.. dengan sangat sadar, ya kan? aku tak ingin menyalahkanmu :)

berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.

i always miss u… soo much..”

dulu aku punya kerinduan yang sama… tapi semua hilang saat kamu bilang musnah.

dan kerinduan itu telah menyerpih dan menjadi kelopak-kelopak mawar yang mengiringi langkahku menuju takdirku.

aku…menyesal…

sudah… tidurlah..

saat kamu bangun kamu akan melihat cahaya yang sama, meski dengan matahari yang berbeda.

maka, lupakan.. lupakan semua, ya?

lakukanlah…

demi seseorang yang menemanimu tidur dan tersenyum saat kamu terjaga.

jangan kuatirkan aku..

aku pasti bahagia..

03.35 wib dini hari..

–the kampret–

Powered by WordPress